Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Wednesday, October 13, 2010

Nikmatilah Perbedaan!


Ditulis oleh: Anne Ahira

Perbedaan adalah anugrah dari
Yang Maha Kuasa!

Lihatlah sekeliling kita, indahnya
warna-warni bunga, warna-warni satwa,
dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal
warna hitam saja! Alangkah gelapnya
dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,
kita tidak akan merasakan hidup
semeriah dan seindah sekarang ini,
betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap
insan selalu berhadapan dengan segala
macam perbedaan dan warna-warni
kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu
melihat perbedaan sebagai kekayaan.
Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu
menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya
karena perbedaan. Entah itu perbedaan
warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu
yang bisa dihindari. Setiap orang lahir
dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan
fisik, pola pikir, kesenangan, dan
lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.
Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak
selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang
memiliki kemampuan memimpin, lantas
siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
orang menjadi orang tua, siapa yang mau
jadi anak? Siapa juga yang akan
menerima sedekah, jika semua orang
ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan
alat perpecahan. Banyak hal positif
yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus
bersyarat. Nah, syarat apa saja yang
harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.

    Berpikirlah positif dengan mensyukuri
    adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan
    sebagai kekayaan. Cara pandang yang
    benar akan melahirkan sikap yang tepat.

    Ada baiknya kita mencari persamaan
    terlebih dahulu, sebelum mencari
    perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

    Musyawarah untuk mencapai kesepakatan
    adalah jalan yang tepat untuk mengelola
    perbedaan.

    Berlatihlah utk menghargai, menerima,
    menjalankan dan bertanggungjawab
    terhadap keputusan bersama, meski
    berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu
    pada tempatnya.


    Saat bekerja sama dengan orang lain,
    salurkan potensi, karakter, minat yang
    berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.

    Cara ini akan mendorong tercapainya
    tujuan bersama dan mendukung
    pengembangan potensi masing-masing
    individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

    Apapun dan bagaimana pun kondisi atau
    pendapat orang lain, perlakukan mereka
    selayaknya diri kita ingin diperlakukan.

    Anggaplah semua orang penting. Mereka
    memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi
    tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

    Merasa diri paling penting dan lebih
    baik daripada orang lain tidak akan
    menambah nilai lebih bagi kita. Toh
    kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.

    Jadilah beton dalam bangunan. Meski
    tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
    yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
    bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin
    kebenarannya.


    Perbedaan bisa muncul karena informasi
    yang salah. Oleh sebab itu, pastikan
    sumber informasi kita bisa terjamin dan
    dapat dipercaya kebenarannya. Lebih
    bagus lagi jika disertai bukti yang
    mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum
   menyalahkan orang lain.

    Menyalahkan orang lain terus menerus
    tidak akan banyak membantu kita. Bisa
    jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
    diri kita. Karenanya, koreksi diri
    sendiri terlebih dahulu merupakan
    langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan.
Karena jika tidak, Kalian akan
kehilangan sumber kebahagiaan! :-)

Sukses selalu untuk Kalian!
You have read this article Motivasi with the title Motivasi. You can bookmark this page URL https://ogbcommunity.blogspot.com/2010/10/nikmatilah-perbedaan.html. Thanks!
Monday, October 11, 2010

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Ditulis Oleh: Anne Ahira

Banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Kalian termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Kalian pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu Kalian ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
    yang sangat Kalian sukai, misalnya dengan membaca,
    menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
    Kalian. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
    menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
    impian Kalian dan belum sempat dilakukan. Kalian bisa
    membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
    dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

    Percaya, cara ini akan menyadarkan Kalian akan
    sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
    Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
    menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
    keinginan yang ingin Kalian wujudkan selagi masih
    hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
    'keinginan gila' saat Kalian masih kecil? Atau mimpi-
    mimpi lain yang belum terlaksanakan?

    Saat itu Kalian akan sadar, ternyata banyak sekali
    hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
    *utama* dan yang pertama yang harus Kalian lakukan...
    Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Kalian.
    Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
    keberadaan Kalian di dunia.

    Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
    kokoh kemampuan Kalian mengarungi kehidupan,
    dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Kalian terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Kalian putus asa.

Kalau Kalian mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Kalian
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Kalian mau terbuka, dalam kesendirian Kalian bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Kalian bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Kalian miliki.

Dalam kesendirian pula Kalian bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Kalian temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Kalian.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Kalian sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Kalian harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Kalian dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
You have read this article Motivasi with the title Motivasi. You can bookmark this page URL https://ogbcommunity.blogspot.com/2010/10/kesendirian-tidak-selalu-mematikan.html. Thanks!
Sunday, October 10, 2010

How Service Can Multiply Your Productivity! Bagaimana Layanan dapat Meningkatkan Produktifitas dengan Berlipat Ganda

oleh Synergy Service Solution


“In the end, you're measured not by how much you undertake but by what you finally
accomplish.”  - Donald Trump

Seperti yang dikatakan oleh Donald Trump, di akhir hari, Anda dan perusahaan Anda akan diukur bukan dari banyaknya hal yang Anda lakukan, tetapi dari apa yang Anda capai dan selesaikan. Dan tentunya, menyelesaikannya dengan baik, bukan? Bukankah ini sebenarnya definisi dari produktivitas? 

Di masa sekarang dimana tantangan #1 dalam bisnis adalah gangguan (distractions), baik dari telepon, hand-phone, sms, blackberry, chatting, facebook, twitter maupun berbagai gosip yang sedang beredar, produktivitas rasanya seperti terancam.

Ketika manusia masih bekerja di era industri, seperti bekerja di pabrik, produktifitas sangat mudah untuk diukur. Tetapi, di era informasi ini, kita telah menjadi knowledge workers – orang-orang yang bekerja dengan pengetahuan/informasi dan bukan memproduksi sesuatu – bagaimana caranya mengukur produktifitas? 

Lalu, apa hubungannya dengan layanan? Bagaimana layanan bisa meningkatkan produktifitas? Oh, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita tanyakan. Mari silahkan download ebooknya.
You have read this article Motivasi with the title Motivasi. You can bookmark this page URL https://ogbcommunity.blogspot.com/2010/10/how-service-can-multiply-your.html. Thanks!
Tuesday, October 5, 2010

Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.
Tetapi, marah pada orang yang tepat,
dengan kadar yang sesuai, pada waktu
yang tepat, demi tujuan yang benar, dan
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."
-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang
menganggap remeh pada masalah ini.
Padahal, kecerdasan otak saja tidak
cukup menghantarkan seseorang mencapai
kesuksesan.

Justru, pengendalian emosi yang baik
menjadi faktor penting penentu
kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran
mental dari seseorang yang cerdas dalam
menganalisa, merencanakan dan
menyelesaikan masalah, mulai dari yang
ringan hingga kompleks.

Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa
memahami, mengenal, dan memilih
kualitas mereka sebagai insan manusia.
Orang yang memiliki kecerdasan emosi
bisa memahami orang lain dengan baik
dan membuat keputusan dengan bijak.

Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait
erat dengan bagaimana seseorang dapat
mengaplikasikan apa yang ia pelajari
tentang kebahagiaan, mencintai dan
berinteraksi dengan sesamanya.

Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan
bertanggung jawab dalam segala hal yang
terjadi dalam hidupnya sebagai bukti
tingginya kecerdasan emosi yang
dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada
pencapaian kesuksesan hidup yang
tidak tampak

Kesuksesan bisa tercapai ketika
seseorang bisa membuat kesepakatan
dengan melibatkan emosi, perasaan dan
interaksi dengan sesamanya.

Terbukti, pencapaian kesuksesan secara
materi tidak menjamin kepuasan hati
seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang
juga dikenal dengan sebutan "EQ"),
dikenalkan melalui pasar dunia.

Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang
untuk mengatasi dan menggunakan emosi
secara tepat dalam setiap bentuk
interaksi lebih dibutuhkan daripada
kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana
emosi bisa mengubah segala keterbatasan
menjadi hal yang luar biasa....

Seorang miliuner kaya di Amerika
Serikat, Donald Trump, adalah contoh
apik dalam hal ini. Di tahun 1980
hingga 1990, Trump dikenal sebagai
pengusaha real estate yang cukup
sukses, dengan kekayaan pribadi yang
diperkirakan sebesar satu miliar US
dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak
karirnya, yaitu "The Art of The Deal
dan Surviving at the Top". Namun jalan
yang dilalui Trump tidak selalu
mulus...

Munir ingat depresi yang melanda dunia
di akhir tahun 1990? Pada saat itu
harga saham properti pun ikut anjlok
dengan drastis. Hingga dalam waktu
semalam, kehidupan Trump menjadi sangat
berkebalikan.

Trump yang sangat tergantung pada
bisnis propertinya ini harus menanggung
hutang sebesar 900 juta US Dollar!
Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi
kebangkrutannya.

Beberapa temannya yang mengalami nasib
serupa berpikir bahwa inilah akhir
kehidupan mereka, hingga benar-benar
mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh
diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump
benar-benar diuji. Bagaimana tidak,
ketika ia mengharap simpati dari mantan
istrinya, ia justru diminta memberikan
semua harta yang tersisa sebagai ganti
rugi perceraian mereka.

Orang-orang yang dianggap sebagai teman
dekatnya pun pergi meninggalkannya
begitu saja. Alasan yang sangat
mendukung bagi Trump untuk putus asa
dan menyerah pada hidup. Namun itu
tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini
kesempatan untuk bekerja dan mengubah
keadaan. Meski secara finansial ia
telah kehilangan segalanya, namun ada
"intangible asset" yang tetap
dimilikinya.

Ya, Trump memiliki pengalaman dan
pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh
lebih berharga dari semua hartanya yang
pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump
sudah berhasil membuat kesepakatan
terbesar dalam sejarah bisnisnya.

Tiga tahun berikutnya, Trump mampu
mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis
kembali buku terbarunya yang diberi
judul "The Art of The Comeback".

Dalam bukunya ini Trump bercerita
bagaimana kebangkrutan yang menimpanya
justru menjadikannya lebih bijaksana,
kuat dan fokus daripada sebelumnya.

Bahkan ia berpikir, jika saja musibah
itu tidak terjadi, maka ia tidak akan
pernah tahu teman sejatinya dan tidak
akan menjadikannya lebih kaya dari yang
sebelumnya. Luar biasa bukan? :-)

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang
keteguhan untuk bangkit dari kegagalan,
juga mendatangkan kekuatan pada
seseorang untuk berani menghadapi
ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan
otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir
pada setiap org & bisa dikembangkan.

Berikut beberapa tips bagaimana cara
mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

    Latihan dan berani mencoba hal-hal baru
    akan memberikan beragam pengalaman dan
    membuka pikiran dengan berbagai
    kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam
    segala hal.

    Ini akan menjadi jalan untuk bisa
    mendapatkan kepercayaan orang lain dan
    mengendalikan kita untuk tidak mudah
    menyerah. "being accountable is being
    dependable"

3. Berani keluar dari zona nyaman.

    Mencoba keluar dari zona nyaman akan
    membuat kita bisa mengeksplorasi banyak
    hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba
    untuk menghadapinya.

    Melakukan hal ini akan membangun rasa
    percaya diri dan dapat menjadi jaminan
    bahwa segala sesuatu pasti ada
    solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

    Mau mengakui kesalahan dalam hidup
    justru dapat meningkatkan harga diri
    kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi Munir!

Karena mengendalikan emosi merupakan
salah satu faktor penting yang bisa
mengendalikan Munir menuju sukses dan
juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)

Sampai ketemu minggu depan! :-)


*********** Resource Box ****************

Belajar Bisnis bersama Anne Ahira:
Download 5 Video Training pertama
Gratis di member area!

Kunjungi: http://www.AsianBrain.com klik!

****************************************

-------------------------------------------
PT. Asian Brain Internet Marketing Center
Jl. Bojong Sereh No. 668 Bandung 40376
Jawa Barat - INDONESIA

Tlp. (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999
Fax (022) 5947-999
You have read this article Motivasi with the title Motivasi. You can bookmark this page URL https://ogbcommunity.blogspot.com/2010/10/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.html. Thanks!

Labels

1956 Suez War 1973 War 1st Amendment About the Blog Abraham Abu Dhabi Afghanistan agriculture Ahmadinejad Ahmed Mansour airlines Al-Jazeera Al-Qa‘ida Algeria Alzheimer’s AmeriCorps ancient history Anwar Sadat ANZACs appliance rebate April 15 AQAP Arab League Arab newspapers Arab World Arab-Americans Arab-Israeli Issues Arabic language archaeology Asads Ashraf Marwan atrazine Ausrtralia Ayman Nour back pain Bahrain bailouts bank assets to GDP bank capital bank guarantees bank nationalisation Barack Obama being a patient Berbers bethlehem bias billionaires biodiversity Biography birther blahs Blankfein blog action day blogs and blogging books BP brain cancer brain injury brainless bratwurst breast cancer breast cancer Britain Buckley v. Valeo Budget 2009 bully business Cairo camels cancer cancer bonds cancer cause cancer cure cancer detection cancer diagnosis cancer research cancer risk cancer treatment Capital Flows carbon footprint care giving Catholic Church censorship CEO pay Chamber of Commerce chemo brain chemotherapy child abuse China chlorine Christmas Citizens United Citizens United v. Federal Election Commission climate change climate science clinical trials coal coal power coffeehouse gossip college colon cancer colonialism communication Congress Constellation Brands Constitution coping Copts corporations corruption coups credibility Credit Crunch credit default swaps CSAs Cuba cure death debt debt crisis defense issues deficits democratization derivatives DFL diet diglossia Diplomacy distractions doctor appointments doctor questions doctors Don Gordon donating Double Dip Druze Dubai Earth Day earthquakes East Asia and the Middle East economics Egypt ElBaradei elbow elections emotions energy Eurozone Growth Eurozone Spreads exercises extinction fairness Fallujah fat fatigue FDR Federal Reserve film Finance First World War Fiscal Stimulus food football Fox News France fraud Friday Prayer friends funding Gallo Gamal Mubarak Garrison Keillor Gaza GCC Geopolitics George W. Bush Ghajar Global Imbalances global warming Golden Rule Goldman Sachs GOP government debt Greece Greenland Gulf oil spill Gulf states Haiti Hajj Hamas Hariri head injury healing Health health care health care reform health insurance healthcare healthcare reform healthiness healthy eating healthy living Hebron hedge funds Helen Thomas helping herbicides Herding Hizbullah holidays holy places http://www.blogger.com/img/blank.ghttp://www.blogger.com/img/blank.gifif http://www.blogger.com/img/blank.gif humanity humor Husni Mubarak IDF Imazighen income tax incompetence Indian Ocean inflation information technology injections insider trading insolvency insurance intelligence Internet Iran Iraq Iraq war Ireland Islam Islamophobia Israel Israeli newspapers Israeli politics Italy Japan Jerusalem Jim Klobuchar Jordan Judaism Jundallah Koch Industries Kurdish issues Kuwait Kyrgyzstan labor lack of sleep languages learning Lebanon Leukimia levothyroxine Libya life lists Lung cancer Maghreb Maldives Manas Maronites masters of manipulation Mauritania Mecca media medical costs medical errors medical history medical information medication MEI MEI Annual Conference meltdown metastatic cancer Middle East Journal Middle Eastern Christians military affairs Minnesota Minnesota GreenCorps Minnesota taxes monetary policy Morocco mortality Mossad Motivasi Muhammad Naguib Muqtada al-Sadr music music videos Muslim Brotherhood mzerim n Napa Nasser national anthems NATO needles Netanyahu New Deal New York New Zealand news NFL nitrogen pollution no-fly zone Non Sequitur normal nostalgia Nowruz nuclear crisis nuclear weapons Obama obituaries ocean acidification oil Oman Omar Suleiman oncologist optimism organic output gap ovarian cancer overscheduled pain Pakistan Palestine Palestinian Authority palliative Pat Robertson patient rights patriotism Pawlenty Pays d'Oc pesticides pink washing Pinot Noir Plan B planning PLO politics Pope Shenouda III Portfolios Prediction Markets prescriptions press freedom price of risk procedures prostate cancer prostitution protests Public Debt Qadhafi Qatar Quantitative Easing Qur'an radioactive iodine Ras al-Khaimah Ray McGovern Reagan recalls Recession recommendations recurrence remembrance Republican Party research revolutions Richard B. Parker rock bands royalty Rush Limbaugh Saad Zaghloul Saddam Hussein safety sanity Santa Clara County v. Southern Pacific Railroad Satan Saudi Arabia scars Scott Walker Sectarianism settlements Shi‘ism Shin Bet shipping side effects skepticism Skin cancer sleep social justice social networking solar cells solar energy solar power soy Spare Capacity special operations sphagnum moss sports state budget stem cell Stephen Ross Wine Cellars Sterling Streisand Effect stress Stuxnet succession issues Sudan Summits Sunnis Super Bowl support Supreme Court surgery swimming pool Syria Tamazight Target Corp. Target stores tax cuts taxes teaching televangelism television Territorial disputes terrorism testing The ___ Gulf The UK think tanks thyroid cancer Tifinagh time tired Tom Emmer tourism transportation trauma travel Tulocay Winery Tunisia Turkey UAE UK fiscal policy UK Recession unions United Nations universities university US US Administration US Civil War US military US Presidential Election Utah vacation vegetables Veteran Intelligence Professionals for Sanity Veteran's Day video volunteer volunteer work Walid Jumblatt Wall Street water wealth weather Weekend Historical Videos weight loss wellness Western Sahara Wikileaks wine Wisconsin women Woods Hole World War II Yemen YItzhak Rabin young cancer patients Zahi Hawass Zero Bound